Karihome – Berbasis ilmiah

Sebagai pelopor dalam penelitian susu kambing, kami bekerja sama erat dengan pemasok kami di New Zealand dan para ahli internasional untuk mengungkap komponen bermanfaat dari susu kambing. Dengan mengembangkan ilmu nutrisi, kami menciptakan produk susu kambing yang telah teruji secara ilmiah, dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai kelompok usia, serta memastikan kesehatan dan kesejahteraan Anda dan keluarga.

Pusat Penelitian Karihome-Memimpin dalam penelitian susu kambing

Karihome didukung oleh 60 publikasi dalam jurnal ilmiah, dengan temuan penelitian terbaru yang terus dirilis.*-Lebih dari 30 tahun melakukan penelitian inovatif di bidang susu kambing.-Susu kambing secara alami lebih cocok dengan tubuh manusia dibandingkan susu sapi dan menyediakan nutrisi pelindung alami yang unggul, termasuk SN2-PA, prebiotik, nukleotida, dan MFGM.
Laporan ini menyajikan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh produsen Karihome di New Zealand.

Capaian Penelitian

1989

1989,Bekerja sama dengan Dairy Goat Co-operative New Zealand, OEP mengembangkan susu kambing bubuk pertama di dunia.
1991,Karihome secara resmi meluncurkan susu kambing formula pertama di pasar Asia.
2001,Karihome adalah yang pertama melakukan uji klinis yang membuktikan bahwa anak-anak yang minum susu kambing formula tumbuh sama sehatnya dengan mereka yang minum susu sapi formula1.
2006,Penyerapan asam amino pada susu kambing formula sebanding dengan susu sapi formula berbasis whey2, menjadikan susu kambing formula sebagai alternatif dari susu sapi formula berbasis whey.
2008,Susu formula yang terbuat dari susu kambing utuh tidak membutuhkan banyak tambahan nukleotida3.
2010,Uji klinis acak skala besar membuktikan bahwa susu kambing formula menyediakan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anak, sama seperti susu sapi formula.
2012,Uji klinis DGC mendorong perubahan arahan Komisi Eropa, menyetujui penggunaan susu kambing sebagai susu formula6.
2013,Dibandingkan dengan susu sapi formula, anak yang minum susu kambing formula memiliki lebih banyak bakteri baik Bifidobacteria di ususnya7.
2018,Kasein susu kambing lebih mudah dicerna daripada susu sapi, sebagaimana ditunjukkan dalam model pencernaan in vitro8.
2019,Susu kambing formula DGC mengandung lebih sedikit Nε-karboksimetillisin, yang merupakan produk sampingan dari reaksi Mallard yang dapat mempengaruhi kualitas dan kemudahan cerna protein9.
2020,Susu kambing formula DGC secara alami kaya akan prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik Bifidobacteria10.
1 J Paediatr Child H, 2005. 41(11):564-568 2 J Dairy Sci, 2006. 89(7):2408-2413 3 Int J Food Sci Nutr, 2008. 59(2): 123-133 4 Brit J Nutr, 2014. 111(9): 1641-1651 5 J Dairy Sci, 2010. 93(7): 2857-2862 6 EFSA J, 2012. 10(3):2603-2620 7 Appl Environ Microbiol, 2013. 79(9):3040-3048 8 Food Chem, 2018. 245: 275-281 9 Food Chem, 2019. 274: 886-890 10 Front Nutr, 2020. 7: 608495
*Karihome's supplier, DGC, has over 60 publications in peer-reviewed studies related to on-farm practices, goat nutrition, goat milk, and breast milk.

Karihome – Berbasis ilmiah

Pusat Penelitian Karihome-Memimpin dalam penelitian susu kambing

Karihome didukung oleh 60 publikasi dalam jurnal ilmiah, dengan temuan penelitian terbaru yang terus dirilis.*-Lebih dari 30 tahun melakukan penelitian inovatif di bidang susu kambing.-Susu kambing secara alami lebih cocok dengan tubuh manusia dibandingkan susu sapi dan menyediakan nutrisi pelindung alami yang unggul, termasuk SN2-PA, prebiotik, nukleotida, dan MFGM.
Laporan ini menyajikan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh produsen Karihome di New Zealand.

Capaian Penelitian

1989,Bekerja sama dengan Dairy Goat Co-operative New Zealand, OEP mengembangkan susu kambing bubuk pertama di dunia.
1991,Karihome secara resmi meluncurkan susu kambing formula pertama di pasar Asia.
2001,Karihome adalah yang pertama melakukan uji klinis yang membuktikan bahwa anak-anak yang minum susu kambing formula tumbuh sama sehatnya dengan mereka yang minum susu sapi formula1.
2006,Penyerapan asam amino pada susu kambing formula sebanding dengan susu sapi formula berbasis whey2, menjadikan susu kambing formula sebagai alternatif dari susu sapi formula berbasis whey.
2008,Susu formula yang terbuat dari susu kambing utuh tidak membutuhkan banyak tambahan nukleotida3.
2010,Uji klinis acak skala besar membuktikan bahwa susu kambing formula menyediakan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anak, sama seperti susu sapi formula.
2012,Uji klinis DGC mendorong perubahan arahan Komisi Eropa, menyetujui penggunaan susu kambing sebagai susu formula6.
2013,Dibandingkan dengan susu sapi formula, anak yang minum susu kambing formula memiliki lebih banyak bakteri baik Bifidobacteria di ususnya7.
2018,Goat milk caseins are more easily digested than cow milk caseins, as shown by an in vitro digestion model8.
2019,Susu kambing formula DGC mengandung lebih sedikit Nε-karboksimetillisin, yang merupakan produk sampingan dari reaksi Mallard yang dapat mempengaruhi kualitas dan kemudahan cerna protein9.
2020,Susu kambing formula DGC secara alami kaya akan prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik Bifidobacteria10.
1 J Paediatr Child H, 2005. 41(11):564-568 2 J Dairy Sci, 2006. 89(7):2408-2413 3 Int J Food Sci Nutr, 2008. 59(2): 123-133 4 Brit J Nutr, 2014. 111(9): 1641-1651 5 J Dairy Sci, 2010. 93(7): 2857-2862 6 EFSA J, 2012. 10(3):2603-2620 7 Appl Environ Microbiol, 2013. 79(9):3040-3048 8 Food Chem, 2018. 245: 275-281 9 Food Chem, 2019. 274: 886-890 10 Front Nutr, 2020. 7: 608495
*Karihome's supplier, DGC, has over 60 publications in peer-reviewed studies related to on-farm practices, goat nutrition, goat milk, and breast milk.