Banyak Moms mengira GTM (Gerakan Tutup Mulut) hanya soal anak yang “lagi susah makan”. Padahal, di balik kebiasaan menolak makan, sering kali ada faktor tersembunyi yang jarang disadari. Jika tidak dikenali sejak dini, GTM bisa berlangsung lama dan memengaruhi tumbuh kembang si Kecil.
Yuk, kenali beberapa penyebab GTM yang sering luput dari perhatian
Tahukah Moms, anak memiliki jendela waktu untuk belajar menerima berbagai tekstur makanan. Jika makanan bertekstur (lumat hingga cincang) diperkenalkan terlalu terlambat, terutama setelah usia 10 bulan, anak bisa menjadi lebih sensitif terhadap tekstur.
Akibatnya, anak cenderung:
• Menolak makanan padat
• Memilih hanya makanan halus
• Lebih berisiko picky eating hingga usia prasekolah
Tips:
Naikkan tekstur MPASI secara bertahap setiap minggu dari halus, lumat, cincang, hingga potongan kecil sesuai usia.
Nafsu makan anak yang menurun tidak selalu karena “bosan makan”. Kekurangan zat besi dan seng bisa menjadi penyebab utamanya.
Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Saat anak kekurangan zat besi:
• Anak mudah lelah dan lesu
• Oksigen ke jaringan tubuh berkurang
• Produksi hormon “happy” (dopamin & serotonin) ikut menurun
Kondisi ini dapat berdampak langsung pada mood dan nafsu makan anak.
Susu memang penting, tapi jika dikonsumsi berlebihan, anak bisa kenyang duluan sebelum makan utama.
Beberapa tanda yang sering terjadi:
• Anak lebih memilih susu daripada nasi & lauk
• Porsi makan sangat sedikit
• Jadwal makan jadi berantakan
Mengatur jarak minum susu dan waktu makan sudah tepat, tapi tetap perlu diperhatikan jumlah total susu harian agar makanan padat tidak kalah peran.
Masalah makan ternyata bisa berawal dari kualitas tidur.
Anak yang sering:
• Tidur ngorok
• Bernapas lewat mulut
• Mudah terbangun saat tidur
Bisa jadi mengalami pembesaran amandel/tonsil atau adenoid. Bernapas lewat mulut tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga memengaruhi hormon pengatur nafsu makan (ghrelin dan leptin).
Kabar baiknya, dengan penanganan medis yang tepat, pola makan anak bisa kembali membaik.
Jadi Moms, GTM bukan sekadar fase atau masalah “anak susah makan”, bisa jadi ada faktor nutrisi, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan yang perlu Moms cermati.
Dengan memahami penyebabnya, Moms bisa mengambil langkah yang lebih tepat untuk membantu si Kecil makan lebih lahap dan tumbuh optimal.